TEA

Pada blog saya kali ini saya akan menulis tentang teh. Semua jenis teh diproduksi dari tanaman yang istilah lainnya Camelia Sinesis, atau dalam Bahasa Inndonesia daun teh. Ada ribuan varian teh di seluruh dunia berdasarkan tempat daun teh ditanam maupun metode pembuatan.  Banyak diantara teh yang berkualitas berasal dari Jepang dang Tiongkok. Pada dasarnya ada beberapa kategori teh, yaitu teh putih, teh hijau, teh oolong, teh hitam, teh rooibos, mate tea, blooming tea. Setiap jenis mempunyai manfaat dan rasa yang berbeda beda. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas white tea (teh putih), the yang tidak banyak dikenal tetapi memberi lebih banyak manfaat dibanding dengan teh hijau. Pertama tama, mari kita membahas teh hijau terlebih dahulu. Teh hijau diambil dari daun teh yang sedikit difermentasikan lalu dikeringkan dengan cara dikipas. Kadar kafein yang terkandung dalam teh hijau adalah 20 miligram per cangkir kecil. Teh hijau mengandung antioksidan yang kuat untuk melawan sel kanker dan juga dikenal sebagai anti virus dan anti bakteri, juga bisa memperlambat proses karies gigi. Teh hijau dan teh putih populer karena manfaatnya buat kesehatan, bedanya adalah pada proses pembuatannya.

Orang Tiongkok sudah mengenal teh putih ini sejak  jaman dinasti Ming dan dari sana menyebar ke seluruh Asia dan dunia, walaupun hanya baru baru saja orang di luar Asia mengetahui teh jenis ini.  Teh putih mempunyai rasa yang ringan dan tentunya seperti the hijau pada umumnya mempunyai manfaat kesehatan. Kadar kafein yang terkandung dalam the putih adalah 15 miligram per cangkir, lebih ringan dari teh hijau. Teh putih sebenarnya diambil dari daun teh yang sama dengan daun yang dipakai untuk pembuatan the hijau, hanya saja daun dipetik ketika kuncup daun the masih  muda dan yang pucuknya belum terbuka penuh, yang membuat warna daun menjadi putih ketika dikeringkan. Metodenya juga berbeda dari pembuatan the hijau yang melalui  proses fermentasi lalu dikeringkan melalui kipas. The putih tidak melalui proses fermentasi. Begitu dipetik, lalu dikukus baru dikeringkan untuk dijual. Efeknya hampir sama dengan teh hijau, hanya saja pada teh putih, karena pembuatannya tidak melalui proses yang panjang, maka dia mengandung 3 kalilebih banyak polyphenols, yaitu antioksidan yang berperan dalam melawan sel kanker.

Recent Articles